Cerita Sederhana

Ini kutipan sebuah cerita dari temen aku yang suka banget dengan yang namanya Detektif (pengen jadi kali ya?). Langsung saja kalau begitu.

Suatu hari, Pak Andra melaporkan bahwa dia kehilangan cincin pernikahannya di kantor. Kejadian sebelum hilang cincin : Pak Andra mengajak ke-tiga temannya untuk melihat kemampuannya melihat dan membaca benda-benda dalam kegelapan. Pak Andra menyuruh Pak Sando menuliskan sebuah kata dalam selembar kertas kecil yang dilipat tanpa sepengetahuan Pak Andra. Kemudian Pak Andra masuk ke dalam ruang bekas yang dulunya di pakai oleh direktur yang sudah pensiun.
Keadaan ruangan tersebut :
1.Sebuah lampu neon yang berada di tengah langit-langit ruangan yang kabelnya telah patah.
2. Ada sebuah meja bekas.
3. Satu meja dan satu kursi kantor yang telah usang.
4. Sebuah sapu tangan kering bercorak keabu-abuan.
5. Sebuah lemari bersisi buku-buku bekas kantor.
6. Tidak ada benda-benda yang memungkinkan memancarkan cahaya.
Setelah beberapa saat, Pak Andra keluar dari ruangan dan mengatakan bahwa isi kertas itu adalah "Hanami". Ke-tiga teman Pak Andra terkejut mendengar pernyataan tersebut karna isinya sesuai dengan apa yang telah Pak Sando tuliskan.
Beberapa saat kemudian, Pak Andra sadar bahwa cincinnya telah tiada padahal sebelum Pak Andra mengajak ke tiga temannya yaitu Pak Sando, Pak Kemas dan Pak Dicko cincinnya masih ada.
Jam kerja pun telah usai, tetapi Bu Keken masih di dalam ruangannya yang sedang menyalin beberapa dokumen. Ke-tiga teman Pak Andra dan Pak Andra sendiri telah pulang.
Pertanyaannya :
1. Bagaimana bisa cincin Pak Andra lenyap?
2. Jikapun ini pencurian bagaimana cara si pelaku mencurinya?


..........................................................................





Nah, itu tadi sedikit cerita dari sahabatku, apakah kalian bisa menebak dan menjawab semua pertanyaan tersebut? Aku akui kalian hebat jika jawaban kailan tepat. Kemungkinan saja kalian bisa jadi detektif. hehe
Selamat mencoba.
Posted on 9:44 PM by Ditra (Dito) and filed under | 0 Comments »

Jogging For Geghog

Jum'at pagi (2 April 2010), saya beserta adik saya, SUNDONG and Friends punya acara yang menyenangkan!! Kita jogging ke Bendungan (sebuah desa di daerah pegunungan di kota Trenggalek) untuk membeli nasi geghog ( makanan khas kota Trenggalek).
Apa itu nasi geghog kawan? Simple banget jawabannya. Yaitu Nasi featuring ikan teri dan sambal yang sangat pedas, bisa di tambah gorengan seperti tempe atau tahu. Harganya relatif murah, sekitar seribu perak. Enak banget!!
Perjalanan kita di mulai dini hari sekitar pukul 05.30 persiapan kumpul di rumah saya (gitupun juga ada yang nelat). Siang-siangnya jam 6.15 baru kita jalan. Dengan sepedah butut kita menyusuri kota Trenggalek dengan riang gembira (berharap cepet sampai). Setelah sampai di bawah (sebelum naik tanjakan pertama), kita menitipkan sepedah dulu di salah satu rumah penduduk di sekitar daerah situ. Si Ibu pemilik rumah baik deh mau jaga sepedah kita-kita walaupun lama. hehehe.
Dengan semangat 45' kita mulai perjalanan kita dari bawah, masih beberapa tanjakan saja lelahnya minta ampun. Maklumlah, jalan kaki sama naik motor perbandingannya beda banget. Rasanya kaki ini kayak triak-triak. Untungnya kita pakai sepatu!!
Tidak ketinggalan kita foto-foto dulu untuk membuktikan bahwa kita memang benar-benar jogging ke Bendungan.









Perjalanan kita membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam (gila). Beberapa botol minuman telah habis dalam perjalanan, rasanya haus sekali. Tapi tak apalah, kita ikhlas dan senang. Jadi tak terasa begitu haus. Banyak mas-mas, mbak-mbak, bapak-bapak, om-om yang naik sepedah menyusuri jalan menuju tempat tujuan kami ini. Tenaganya super-super semua. Salut deh saya!!
Liu-likunya memang terasa sekali setelah kita jalan kaki. Jika naik kendaraan seperti tak terasa berat!

Ini dia, kita setelah selesai makan nasi geghog!! Walaupun Si Ibu penjual agak judes bin cuek, tapi Si Eneng yang jualan kagak deh.. heheh
Kepedesan, kekenyangan, kecapekan semuanya campur jadi satu. Untungnya ada 2 bapak-bapak yang sepertinya mengenal ayah saya dan keluarga teman saya. Kita di beri tumpangan gratis untuk pulang. Alhamdulillah tidak jalan lagi untuk pulang. Seandainya pulang jalan kaki, sampai di rumah jam berapa ya? hehe. Terima kasih banyak Pak!!!













Berangkat 2 jam, makan 30 menit, pulang 15 menit. haha


Setelah itu, masih sempet-sempetnya kita mampir ke sungai yang namanya TEMON (aneh ya namanya). Main air deh kita, basah semua, jum'at-jum'at lagi. Capek! Pulang pun dengan keadaan celana basah, baju basah berkeringat. Sekitar pukul 10.30 kita akhiri perjalanan untuk hari itu. Sudah cukup lama bukan? Mengenang juga. Semoga di lain kesempatan kita bisa melakukan perjalanan dan petualangan yang lebih seru dan mangenang. Thanks to all!!












SUNDONG and Friends!!! New guys on the way!!
Posted on 6:29 AM by Ditra (Dito) and filed under | 2 Comments »

Kisah Haru dari Dua Kutipan Novel

Pada saat pelajaran Bahasa Indonesia di kelas, bu guru memberikan saya tugas tentang sebuah kutipan novel pada salah satu buku pelajaran kami. Pertama 'feeling' saya biasa saja tentang novel tersebut. Setelah saya baca belum dapat endingnya, saya sangat terharu sekali. Ceritanya sangat tragis membuat saya meneteskan air mata setetes demi setetes. Beberapa hari setelah itu, saya menemukan novel yang bukan hampir mirip lagi, tapi mirip sekali. Peran tokohnya pun sama, tapi cerita yang satu ini bisa di ibaratkan awalnya dari cerita yang sebelumnya.

Daripada kalian-kalian bingung dan tak mengerti, saya suntingkan beberapa paragraf untuk kalian penikmat novel tanah air.

Part 1
Di Sanalah Kenangan Terowongan Biru
Untuk selamanya Joon Suh tak akan melupakan laut Hwa Jin Po ini. Ketika di Amerika, tempat yang dirindukannya adalah Laut Wha Jin Po. Dulu, ini adalah tempat Eun Suh menumpahkan air mata dan tempat mengucapkan perpisahan. Eun Suh mengatakan, bila ada kehidupan yang akan datang maka dia ingin berubah menjadi sebuah laut.
...
Pada saat itu Eun Suh bertanya begini kepada Joon Suh, "Kak, bila ada kehidupan yang akan datang, kamu ingin menjadi apa?"
Eun Suh melanjutkan berbicara, "Jika aku, aku ingin berubah menjadi laut. Namun aku tidak mau menjadi laut yang di tempat lain, ingin menjadi Laut Wha Jin Po ini saja..."
"Laut?"
"Ng, laut! Asalkan melihat laut, hatiku berubah menjadi tenang, dan alasanku sebenarnya ingin berubah menjadi laut adalah..."
Eun Suh berhenti berkata, menatap Joon Suh.
"Laut, bukankah selalu ada di sini? Tidak akan berubah menjadi padang pasir di pagi haru, juga tidak akan menyisakan setetes air lalu pergi menghilang. jika benar ada kehidupan yang akan datang, aku berharap dapat sama seperti laut ini, senantiasa di tempat yang sama, tidak ingin berpisah dengan siapa pun..."
"Kak, jika ingin bertemu denganku, datang saja ke tepi laut yang berwarba perak ini. Pada saat kamu datang, aku akan ada. Kita akan dapat saling bertemu..."


Part 2

Di Sanalah Kenangan Terowongan Biru
Eun Suh sekarang adalah murid SMP...
Waktu dulu dia seperti setan kecil yang nakal yang selalu mengikutiku, bermain sepak bola bersama, bermain kuda-kudaan. Setiap kali kakinya sedikit sakit, Eun Suh selalu dengan manja minta digendong. Namun, dia sekarang telah menjadi murid SMP.
Joon Suh mendongakkan kepalanya memandang langit sambil berfikir, dan mendung perlahan-lahan menghilang. Joon Suh berdiri dengan diam di tempat yang waktu itu pernah diduduki Eun Suh, kemudian terbayanglah suara Eun Suh yang merdu, rambutnya yang basah oleh air dan disibakkan ke belakang, bulu matanya yang lebat, dan matanya yang besar. Hidung Eun Suh tak begitu mancung, dan bibirnya itu agak kecil sedikit tentu akan lebih bagus...
Apakah Eun Suh telah berubah? Tubuhnya yang manis setinggi hidung Joon Suh di saat berpisah, sekarang sudah setinggi apa?
Eun Suh, adikku Eun SUh.
Joon Suh dan Eun Suh adalah kakak beradik yang mempunyai hubungan yang sangat akrab dan mampu membuat orang tua mereka merasa bangga. Mereka tak seperti anak-anak keluarga lain yang selalu bertengkar dan saling iri, dan dua orang itu juga tak mungkin saling melukai. Bagaimana mungkin Joon Suh membiarkan Eun Suh bersedih? Setiap hari Joon Suh bertekad menjaga adiknya, tak akan membiarkan adiknya yang manis dan penurut itu merasa sedih. Seperti inilah dia mau melindungi adiknya di sampingnya. Eun Suh telah memasuki hidup Joon Suh.
"Joon Suh, ini adalah adikmu, Yoon Eun Suh. Manis, kan?" Joon Suh mendengar orang tuanya berkata begitu saat melewati sabuah ruang bayi yang berkaca dan melihat seorang bayi yang manis. Sejak itulah Joon Suh setiap saat selalu memikirkan Eun Suh. Bagaimana mungkin tidak memikirkannya? Wakti itu Joon Suh tidak pernah mengira pada suatu hari dia tak dapat melihat senyum Eun Suh lagi dan tidak dapat mendengar suara Eun Suh lagi.
Akan tetapi, takdir sudah ditentukan demikian. Dia tidak dapat melihat Eun Suh lagi. Meskipun bertahun-tahun telah berlalu, dia tetap tak dapat menghapus kenangan akan Eun Suh. Seperti inilah waktu berjalan selama delapan tahun.




Hampir mirip bukan? Ada sisi mengharukan pula. Ini yang sangat menyentuh hati saya. Tak terfikir saya bakalan menangis karna sebuah kutipan novel seperti ini. Ceritanya sangat bagus. Sangat menginspirasikan diri saya akan suatu hal.


Akankah kalian berfikir sama dengan 2 kutipan novel di atas?
Mohon pendapat kalian. Thanks
Posted on 5:03 AM by Ditra (Dito) and filed under | 0 Comments »

About Y-GEC'S

Hari ini (17/02) aku sengaja nulis tentang anak-anak di kelasku. Tiba-tiba saja aku dapat inspirasi untuk nulis kembali. I'm come back guys!!!!

Beberapa hari yang lalu aku merasakan 'panasnya' kehidupan di kelasku. Dulunya kami masih sangatlah kecil dan kini tumbuh dewasa. Berkembangnya kami membuat alur jalan kami berbeda satu sama lainnya. Mulai dari sifat, kelakuan, tingkah laku sehar-hari, kebiasaan, kegemaran, dll. "Hidup berawal dari mimpi" kata Bondan Prakoso dalam lagunya yang berjudul "Hidup Berawal Dari Mimpi". Lagu itu sekiranya membuatku terinspirasikan akan sesuatu. Sesuatu hal yang akan aku bangun untuk ke depannya.

Sebenarnya aku memimpikan akan satu hal, yaitu mengubah dan membentuk pribadi anak kelasku agar menjadi yang lebih baik. Tapi ternyata Tuhan mengkhendaki lain. Saat ini puncak 'kenakalan' kami. Anggapan bapak-ibu guru kepada kami sangatlah buruk. Mengapa ini terjadi? Ini di karenakan tumbuhnya rasa 'cuek' pada diri kami masing-masing dan mulai menstabilkan emosional kami.

Sejujurnya, diri ini tak sanggup untuk terus melakukan hal yang menurutku tidak baik. Aku mulai menyadari akan arti hadirnya seorang 'sahabat plus plus'. Jangan negative thinking dulu ya :-)
Ini bukan mengenai suatu hubungan yang lebih. Melainkan tentang sesuatu yang sangat berarti bagi saya sendiri. Di satu sisi, teman-temanku menginginkan hal yang di luar kepalaku, di sisi lain aku akan berpegang teguh pada pendirianku.

"Hidup memang penuh pilihan". Kata itulah yang selalu aku ucap dan tanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, jika tanpa arti dari sebuah kata tersebut, saya bisa-bisa ceroboh. (memang dasarnya sudah ceroboh :-) ).

Kehidupan kadang di atas dan terkadang pula di bawah. Kita harus bisa melihat ke bawah juga, jangan selalu melihat ke atas. Jika kita tak bisa merasakan kehidupan 'bawah', bagaimana kita bisa hidup tentram?

Banyak perbedaan di antara kami semua, tapi atas dasar itulah yang menyatukan kami. Mulai dari anak yang banyak ngoceh, banyak tingkah, pendiam, periang, hyper aktiv, pintar, bodoh, cakep, dll.


I LOVE Y-GEC'S
Go Y-GEC'S
Posted on 5:35 PM by Ditra (Dito) and filed under | 0 Comments »

Manco Jajanan Khas Trenggalek

Manco, itulah sebutan jajanan khas kota kripik tempe ini. Di kota Trenggalek, terdapat ratusan penjual dan produsen manco. Di antaranya Ibu Suyono dari Desa Ngantru. Beliau di bantu sang suaminya, Pak Suyono memproduksi jajanan unik ini. Pembuatannyapun tidak sesulit yang anda pikir. Hanya butuh modal tenaga, uang, semangat, dan waktu saja. Tanpa keluh kesak, Bu Suyono menekuni pekerjaannya. Setiap hari banyak pelanggan berdatangan ke rumah beliau untuk membeli dan memesan produk tersebut. "Ya semoga cuaca selalu cerah agar hasil manco maksimal" kata Bu Suyono dengan tegasnya. Cuaca juga mempengaruhi hasil akhir pada manco. Manco yang kekurangan panas atau "mati", tidak layak untuk dijual belikan.


Ini Manco yang masih di jemur, kira-kira 3 harilah. Kenyal-kenyal bentuknya, unik, simple, dan mantab!!!





Malam Senin kemarin (12/1), kami mengunjungi beliau untuk berwawancara seputar pembuatan manco, penjualan, dan sebagainya. Kami kira, rumah yang sangat sederhana itu tidak layak untuk menjadi tempat pembuatan manco. Ternyata kami salah. Beliau hanya butuh ruangan sekitar 3/4nya gedung Kartika (Gedung/Lapangan Futsal). Pembuatannyapun masih menggunakan cara tradisional, seperti tampah, kuali, serok, wajan, tumbu, kayu, panci, dan plastik. Itu yang membuat pelanggan setia.
Dalam seminggu, beliau bisa menjual sekitar 2000 bungkus manco.
"Ada salah satu konsumen bilang ke saya bahwa manco sebaiknya di beri rasa yang bermacam-macam, tapi saya biarkan saja. Itu membuat rasa manco tidak asli lagi seperti dahulu-dahulu." bantah Bu Suyono kepada kami.Ya benar, menurut saya pribadi rasa yang seperti itu (asli) membuat pelanggannya setia dan selalu ketagihan (saya juga :) ).
Sebenarnya jika kemasan yang di sajikan lebih menarik dan unik, pasti pelanggan lebih banyak menyukai dan membelinya lebih dari sebelumnya.
Terima kasih banyak kami hanturkan kepada beliau yang jasanya sangat besar untuk kota kami ini. Sukses selalu....
Jangan lupa beli manco ya, enak banget!!!
Posted on 4:01 AM by Ditra (Dito) and filed under | 2 Comments »

Ini Dia Laptop Buat Para Gamers

Umumnya notebook tidak dikhususkan untuk bermain game. Banyak orang lebih suka menggunakan PC untuk aktivitas yang perlu dukungan layar besar dan tajam serta audio yang dahsyat. Namun vendor komputer asal Amerika Serikat, Dell berusaha mengubah paradigma itu dengan menghadirkan laptop gaming.

Jumat (8/1/2010) Dell menghadirkan Alienware M15x dan M17x, sebuah laptop yang dikhususkan bagi para hardcore gamers. Alienware M17x dilengkapi graphics processing units Dual NVIDIA GeForce GTX 280M 1GB, dilengkapi teknologi SLI, memori 8GB DDR3 1333MHz serta layar dan keyboard yang didesain untuk kenyamanan bermain game. Sedangkan spesifikasi Alienware M15x berada di bawahnya.

Alienware M17x dijual mulai 3.299 dollar AS dan Alienware M15x 2.299 dollar AS. Menurut Marketing anager Dell Consumer Business Indonesia, Willy Hendrajudo, Alienware diluncurkan memang untuk menghilangkan paradigma bahwa notebook tidak bisa digunakan untuk aplikasi game. "Kita memang membidik target marketnya para gamers," ucap Willy.

Untuk mendukung hadirnya Alienware, Dell juga memperkenalkan kampanye pemasaran global "All Powerful" melalui situs resmi www.allpowerful.com. Melalui situs ini kita bisa mengenal lebih dekat Alienware, mengetahui asesoris yang dimiliki, dan gabung ke dalam layanan social media Alienware (facebook dan twitter).

Sumber kompas.com





Gimana? Adnda tertarik?
Posted on 9:49 PM by Ditra (Dito) and filed under | 0 Comments »

Back To School!!! (again)

Yaaahhhh.. Liburan tinggal hari ini. Esok hari sudah mulai aktiv masuk sekolah lagi. Liburan kali ini terasa cepat tetapi seru. Aku kali ini mengisi liburan dengan lomba basket yang di adakan oleh PEMKAB PERBASI Trenggalek mulai dari tanggal 26-29 Desember 2009. Setiap pagi aku dan timku mempersiapkan diri untuk bertanding di bimbing oleh pelatih kami Mas Exgos dan Official Pak Arif, kami mendapat juara 3. Alhamdulillah, daripada tidak juara sama sekali. Tapi kami berharap tahun depan bisa memperoleh juara 1.Amin!!!

Setelah aku selesai berlomba, bingung mau ngapain untuk mengisi kekosongan itu. Akhirnya setiap pagi aku, adikku, dan temen-teman rumah berolah raga (main bulu tangkis). Hampir tiap pagi. Mau jogging malas.. Ujung-ujungnya ke lapangan basket. Tiada hentinya aku basket. Sangking cintanya mungkin... hehehe.

Sebenarnya asyik sih masuk sekolah, karna bertemu teman-teman, bermain bersama. Tetapi yang membuatku sedikit tidak nyaman yaitu kurangnya waktu aku untuk beristirahat. Rasanya lelah sekali setelah sekian minggu ini bertanding. Tapi itu memang resiko. Tapi aku tetap enjoy kok.

Mulai masuk pertama mungkin tidak ada pelajaran, mungkin bisa saja ada satu dua tiga. Harapanku, jangan dulu deh Bu/Pak. Masih butuh waktu buat refreshing. hehehe.

Semester 2 pun di mulai. waktu hanya sedikit untuk belajar, karna sekitar bulan Juni sudah ulangan akhir semester 2 terus kenaikan kelas deh. Semoga aku naik kelas dan mendapat nilai yang bagus dan memuaskan. Amin.

Mulai semester 2 ini aku akan mulai giat belajar, giat latihan basket dan silat, tidak ketinggalan beribadah juga. Karna semua itu penting. Aku tidak ingin bermalas-malasan lagi. Waktu bermalas-malasan sudah cukup. Ya semoga saja aku bisa menjalani itu semua.

Sekitar bulan Februari, entah tanggal berapa. Akan ada pertandingan persahabatan ke Tulungagung. Sekolahku hanya mengeluarkan 2 tim, 1 tim putra dan 1 tim putri. Aku harus berlomba-lomba dengan teman se-timku agar aku bisa masuk tim initi. Aku ingin membanggakan orang tuaku, keluargaku, teman-temanku, dan semuanya. Aku akan buktikan kepada mereka semua bahwa aku itu bisa!!!!!

Bagaimana ya liburan yang akan datang??
Kita tunggu saja tanggal mainnya!!!



NOW, IT'S TIME TO BACK FROM SCHOOL AGAIN!!!
STUDY HARD, PRAYER, TO DO THE BEST!!
Posted on 9:59 PM by Ditra (Dito) and filed under | 0 Comments »