Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

"Fast Food" Bikin Orang Enggak Sabaran

Makanan cepat saji (fast food) tidak saja membuat tubuh lebih cepat melar, tetapi juga bisa menghilangkan kesabaran. Orang yang terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji dilaporkan menjadi kurang sabar dan serba tergesa-gesa.

Kendati belum diketahui dengan pasti kaitan antara fast food dan kesabaran, studi yang dilakukan sejumlah peneliti dari Kanada menunjukkan bahwa mereka yang hobi makan makanan cepat saji cenderung menjadi kurang sabar.

"Restoran cepat saji adalah salah satu imbas modernisasi yang membuat kita bisa menghemat waktu. Namun, ironisnya, hal yang mengingatkan kita pada efisiensi waktu justru membuat kita jadi bersikap kurang sabar," kata Sanford DeVoe, peneliti dari University of Toronto, Kanada.

Dalam percobaan yang dilakukan pada beberapa responden diketahui, mereka yang terekspos oleh simbol-simbol restoran fast food cenderung menjadi lebih cepat membaca dibandingkan dengan kelompok yang tidak diperlihatkan simbol. Selain itu, responden yang sering makan di resto fast food cenderung tergesa-gesa saat berbelanja dan malas mengantre di kasir.

Para ahli berpendapat, restoran fast food yang merupakan simbol efisiensi waktu mungkin berpengaruh secara psikologis dan tanpa sadar memengaruhi perilaku kita, dalam hal ini menjadi lebih menyukai hal-hal yang cepat.
Sumber : kompas.com
Posted on 6:32 PM by Ditra (Dito) and filed under | 0 Comments »

Sarapan Telur Bikin Langsing

Bila Anda ingin menjaga berat badan, Anda bisa menjatuhkan pilihan pada telur sebagai menu sarapan. Pasalnya, menu sarapan tinggi protein seperti telur bisa mengurangi rasa lapar sekaligus mencegah makan berlebihan saat makan siang.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition Research, para ahli dari Amerika menemukan bahwa pria yang sarapan dengan menu berbasis telur cenderung makan lebih sedikit di waktu makan siang dibanding dengan mereka yang sarapan dengan menu tinggi karbohidrat.

Penelitian tersebut menguatkan studi sebelumnya yang menyatakan sarapan dengan telur membantu mengurangi asupan kalori di waktu siang dan membantu mengurangi berat badan hingga 65 persen. Mereka yang sarapan telur juga terbukti lebih berenergi dibanding ketika memilih menu berkarbohidrat.

Dalam penelitian ini para peneliti dari University of Connecticut membandingkan dua kelompok responden dengan menu sarapan khas Amerika. "Mereka yang sarapan dengan menu protein tinggi tidak akan merasa kelaparan di siang hari," kata Maria Luz Fernandez, PhD, ahli nutrisi, kepala penelitian ini.

Protein diperlukan tubuh karena bisa digunakan sebagai cadangan energi apabila cadangan lemak dan karbohidrat dalam tubuh telah habis. Beberapa jenis protein juga merangsang produksi enzim yang membantu mengatur kontraksi otot dan kegiatan sel lain.

Kendati demikian, menu sarapan yang baik hendaknya juga mengandung karbohidrat, serat, vitamin, mineral, dan tidak terlalu banyak mengandung lemak.
Sumber : kompas.com
Posted on 6:25 PM by Ditra (Dito) and filed under | 0 Comments »

Tuli Gara-gara Earphone

Berdasarkan sebuah penelitian baru-baru ini, di Amerika Serikat, 5,2 juta anak berusia 6-19 tahun terganggu pendengarannya gara-gara terlalu sering terpapar musik keras. Salah satu biang keladinya adalah pemakaian earphone selama berjam-jam dengan volume keras.

Para ahli kesehatan di sana memperkirakan, anak-anak generasi 'iPod' ini bakal lebih awal mengalami presbiakusis, tuli karena usia lanjut, yakni pada usia 40-an tahun. Normalnya, kondisi ini baru muncul di usia 60-70 tahun.

Mengapa suara keras bisa merusak pendengaran? Suara yang masuk ke telinga diteruskan ke sel-sel rambut yang terletak pada koklea (rumah siput). Sel-sel rambut ini berfungsi menangkap frekuensi suara dan meneruskannya ke pusat persepsi pendengaran di otak.

Nah, suara berfrekuensi lebih dari 80 desibel (frekuensi suara dari earphone mencapai 95 desibel) dapat membuat sel-sel rambut kelelahan. Sel-sel rambut yang terlalu lelah ini lama-kelamaan bisa rusak dan menurunkan fungsi pendengaran. Awalnya hanya sementara. Tapi, bila kebisingannya terus berlangsung, kerusakannya bisa permanen.

Sumber : kompas.com
Posted on 10:37 PM by Ditra (Dito) and filed under | 0 Comments »